BAB PENDAHULUAN.
1.Latar Belakang Salah satu jenis ikan yang telah digemari oleh beberapa masyarakat adalah ikan bandeng. Ikan bandeng merupakan ikan tambak yang banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk ikan bertulang keras, dagingnya berwarna putih susu, dan strukturnya padat dengan duri-duri halus. Ikan merupakan sumber protein hewani yang paling banyak disenangi oleh masyarakat dibandingkan dengan jenis protein hewani lainnya. Hal ini dikarenakan ikan sebagai komoditi pangan memiliki daya tarik tersendiri yaitu rasa yang khas dan gurih, warna daging putih dan mengandung asam amino yang diperlukan oleh tubuh . Provinsi Banten merupakan salah satu wilayah pusat produksi ikan bandeng dengan volume produksi tahun 2010 mencapai 77% dari total produksi ikan budidaya di provinsi ini. Ikan bandeng hasil budidaya umumnya dijual langsung ke konsumen dalam bentuk segaruntuk memenuhi kebutuhan konsumsilokal dan wilayah di sekitarnya seperti Jakarta dan Lampung. Tingginya minat masyarakat terhadap ikan bandeng telah mengilhami berkembangnya berbagai produk olahan yang menjadi ciri khas Provinsi Banten, dan salah satunya adalah sate bandeng
Sate bandeng adalah produk olahan berbahan dasar ikan bandeng yang berasal dari daerah Serang, Propinsi Banten. Proses pembuatansate bandeng dengan melumatan daging ikan kemudian menambahkan bumbu-bumbu atau bahan tambahan pangan, kemudian lumatan daging dimasukkan kembali kedalam tubuh ikan dan dilakukan pembakaran.Keistimewaan dari sate bandeng dibandingkan dengan produk breendedlainnya adalah pembuatannya mirip dengan sate dimana ikan dijepit dengan bamboo kemudian dibakar diatas bara api.
2. Makanan olahan dari ikan bandeng ini diperkenalkan oleh juru masak kerajaan Banten pada abad ke 16 untuk menjamu para tamu kerajaan. Karena ikan bandeng memiliki banyak duri sehingga menyulitkan saat dikonsumsi, juru masak menyajikan ikan bandeng dengan cara yang berbeda agar dapat dikonsumsi tanpa harus kesulitan saat di makan, sehingga terciptalah sate bandeng dan masih populer hingga sekarang.
Sate bandeng ini juga memiliki beberapa masalah diantara lain adalah tingkat kematangan sate bandeng dan umur simpan.
Sate bandeng yang sudah matang biasanya ditandai dengan adanya perubahan warna coklat kehitaman (dikarenakan efek pembakaran) pada permukaan tubuh ikan (Umoro 2008). Selain itu berkurangnya kadar air pada sate bandeng dan sate bandeng yang sudah matang biasanya memiliki tekstur yang padat. Untuk memenuhi tingkat kematangan tersebut sate bandeng harus dilakukan pembakaran selama 30 menit. Sate bandeng yang memiliki tingkat kematangan yang kurang apabila dikonsumsi dapat membahayakan kesehatan konsumen, karena masih terdapat mikroba patogen misalnya salmonella pada sate bandeng yang memiliki tingkat kematangan yang kurang. Selain itu umur simpan sate bandeng juga mempengaruhi masalah dari sate bandeng. produk sate bandeng ini dapat bertahan selama 2 hari jika disimpan pada suhu ruang sedangkan dapat bertahan hingga 6 hari jika disimpan pada suhu pendinginan. Permasalahan dari sate bandeng akan sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh konsumen. Permasalahan sate bandeng ditandai dengan adanya rasa yang asam pada sate bandeng dan tekstur sate bandeng menjadi lebih lengket, karena sudah terdapat bakteri seperti seudomonas pada sate bandeng.Sehingga perlu diadakan tindakan pengawasan dan tindakan pengendalian untuk mempertahankan kualitas dari sate bandeng.
Sate bandeng ini juga memiliki beberapa cara dan bahan untuk dijadikan sate.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.Bagaimana proses pembuatan bandeng dijadikan sate?
2.Bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan?
3.Bagaimana ciri-ciri bandeng sudah tidak layak konsumsi?
C.Tujuan
Tujuan dari penulisan dan pelaksaaan laporan tugas membuat makalah ini agar mengetahui lebih dalam tentang ikan bandeng mulai dari proses pembuatan , bahan-bahan dan teknik pembuattannya
BAB METODE PEMBUATTAN.
Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
- 2 ekor ikan bandeng ( masing- masing 600 gram)
- 50 gram kelapa parut kasar, disangrai
- 1/2 sendok teh garam
- 1/2 sendok teh gula pasir
- 1/2 sendok teh air asam
- 2 butir telur, dikocok lepas
- 100 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
- daun pisang untuk membungkus
Bumbu Halus:
- 3 buah cabai merah keriting
- 1 sendok teh ketumbar
- 1/4 sendok teh jintan
- 1 cm jahe
- 1 cm lengkuas
- 2 cm kunyit, dibakar
- 8 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
Cara Pengolahan :
- Pukul-pukul ikan bandeng. Patahkan tulang ekornya. Keluarkan.
- Ambil 370 gram dagingnya dengan sendok.
- Sangrai daging bandeng hingga kering. Pisahkan durinya.
- Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Tambahkan daging bandeng, kelapa sangrai, garam, gula pasir, dan air asam. Aduk rata. Angkat.
- Masukkan telur dan santan.
- Aduk hingga rata , ambil sedikit adonan
- Sisihkan bagi 2 bagian adonan
- Masukkan masing-masing adonan kedalam kulit bandeng
- Bentuk kembali.
- Jepit bandeng dengan bumbu
- Lalu bungkus dengan daun pisang
- Panggang sampai matang
- Olesi sisah bumbu .
- Panggang lagi sambil dibolak balik sampai matang
- Untuk 8 potong ikan bandeng bakar.
KESIMPULLAN
Jadi ikan bandeng mudah dibuat dan dipraktekan sesuai dengan metode yang telah saya buat.
By:Putri Fauziah Nina







